Amalan sunnah jarang diamalkan sering kali terlupakan dalam rutinitas harian. Banyak orang terlalu fokus pada ibadah wajib, padahal sunnah-sunnah kecil yang jarang dilakukan bagaikan mutiara tersembunyi. Sunnah Nabi Muhammad SAW bukan sekadar ritual, tetapi sarana mendatangkan keberkahan dan hikmah. Berikut ulasan mengenai 10 amalan sunnah yang sering terlewat, alasan mengapa terlupakan, manfaatnya, serta cara sederhana untuk kembali menghidupkannya.
1. Memulai Segala Sesuatu dengan Bismillah
Mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim sebelum melakukan sesuatu adalah sunnah yang sering dianggap sepele. Rasulullah SAW selalu menyebut nama Allah sebelum memulai pekerjaan apa pun, bahkan yang sederhana. Amalan ini sering terabaikan karena kesibukan atau lupa. Padahal, mengucap Basmalah menghadirkan Allah dalam setiap langkah.
كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيهِ بِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ فَهُوَ أَبْتَرُ
“Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan ‘Bismillahirrahmanirrahim’, maka akan terputus keberkahannya.” (HR. Al-Khatib)
Manfaatnya besar, pekerjaan terasa lebih ringan dan hati lebih tenang. Cara memulai sangat mudah: biasakan menyebut Bismillah sebelum melakukan aktivitas harian.
2. Mendahului Mengucapkan Salam
Memberi salam terlebih dahulu adalah sunnah yang jarang diamalkan. Banyak orang merasa canggung atau menggantinya dengan sapaan modern. Padahal, salam adalah doa keselamatan dan tanda kasih sayang antar sesama Muslim.
لا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا … أَفْشُوا السَّلامَ بَيْنَكُمْ
“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman… Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)
Sunnah ini mempererat hubungan dan menumbuhkan persaudaraan. Membiasakan salam dengan senyum sederhana dapat menghidupkan sunnah yang satu ini.
3. Shalat Dhuha di Pagi Hari
Shalat Dhuha sering terlupakan karena rutinitas pagi yang padat. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap ruas persendian manusia memiliki kewajiban sedekah, dan shalat Dhuha dua rakaat mencukupinya.
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ … وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
“Di setiap pagi, setiap ruas persendian salah seorang di antara kalian ada sedekahnya… dan semua itu dapat digantikan dengan dua rakaat shalat Dhuha.” (HR. Muslim)
Manfaatnya antara lain melapangkan rezeki dan memberi ketenangan hati. Memulai dengan dua rakaat saja sudah cukup untuk membiasakan diri.
4. Shalat Tahajud di Sepertiga Malam
Shalat Tahajud adalah amalan agung yang jarang dilakukan karena membutuhkan usaha bangun malam. Allah SWT memerintahkan Nabi dan umatnya untuk mendirikan Tahajud sebagai ibadah tambahan.
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
“Dan pada sebagian malam hari, bertahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79)
Tahajud mendekatkan hamba kepada Allah, membuat doa lebih khusyuk, serta menenangkan jiwa. Memulainya bisa dengan dua rakaat sederhana di malam hari.
5. Puasa Sunnah Senin dan Kamis
Puasa sunnah ini sering terabaikan karena dianggap berat. Rasulullah SAW rutin berpuasa pada hari Senin dan Kamis karena pada hari-hari itu amal manusia diangkat ke hadapan Allah.
تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ، فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Amal-amal perbuatan manusia diperiksa pada hari Senin dan Kamis. Aku ingin ketika amalku diperiksa, aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. Tirmidzi)
Puasa ini melatih kesabaran, menyehatkan tubuh, dan mendatangkan ampunan Allah. Cara sederhana memulai adalah berpuasa satu hari dulu, lalu menambahkannya bertahap.
6. Menggunakan Siwak untuk Bersuci Gigi
Bersiwak adalah sunnah yang jarang diamalkan di era modern. Rasulullah SAW sangat menganjurkan siwak sebagai bentuk menjaga kebersihan mulut.
السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ
“Bersiwak itu membersihkan mulut dan mendatangkan keridhaan Tuhan.” (HR. Ahmad)
Selain kesehatan gigi, bersiwak juga bernilai ibadah karena mengikuti sunnah Nabi.
7. Makan dan Minum dengan Tangan Kanan
Adab makan dengan tangan kanan sering terabaikan. Rasulullah SAW menekankan pentingnya hal ini untuk membedakan umat Islam dari kebiasaan setan.
Makan dengan tangan kanan menumbuhkan adab islami, sekaligus melatih kesadaran saat makan. Membiasakannya kembali akan membuat aktivitas makan menjadi ibadah.
8. Membaca Surah Al-Kahfi pada Hari Jumat
Membaca Surah Al-Kahfi setiap Jumat adalah sunnah yang jarang dilakukan karena dianggap panjang. Padahal, keutamaannya besar.
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
“Barangsiapa membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat, akan diberikan cahaya (penerangan) di antara dua Jumat.” (HR. An-Nasa’i & Baihaqi)
Sunnah ini memberi cahaya hati sepanjang pekan. Cara menghidupkan kembali adalah dengan membacanya bertahap.
9. Dzikir dan Doa Setelah Shalat Fardhu
Dzikir setelah shalat fardhu semakin jarang dilakukan karena tergesa dengan aktivitas lain. Padahal, Rasulullah SAW selalu berdzikir usai shalat dengan membaca tasbih, tahmid, dan takbir.
Dzikir ini menyempurnakan shalat dan menenangkan hati. Waktu yang dibutuhkan singkat, hanya beberapa menit, namun faedahnya besar.
10. Rutin Bersedekah Walaupun Sedikit
Sedekah harian, walaupun kecil, termasuk sunnah yang jarang konsisten diamalkan. Rasulullah SAW menekankan bahwa bahkan senyum pun bernilai sedekah.
تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ
“Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi)
Sedekah melapangkan hati, menolak bala, dan menambah rezeki. Menyisihkan sebagian kecil harta atau melakukan kebaikan sederhana bisa menghidupkan sunnah ini.
Penutup
Menghidupkan amalan sunnah jarang diamalkan membawa dampak besar pada kehidupan. Amalan sederhana seperti salam, senyum, atau dzikir setelah shalat dapat menjadi cahaya yang menerangi hari-hari. Tidak perlu mengamalkan semuanya sekaligus, cukup mulai dari yang paling mudah dan lakukan dengan istiqamah. Dengan begitu, sunnah Nabi akan kembali hidup dalam kehidupan sehari-hari, membawa keberkahan dan ketenangan jiwa.